Kopi Darat PSKP dengan Redaktur Radar Depok

Published by admin on



Pada hari Sabtu, 21 Maret 2020, beberapa pengurus PSKP bertemu dengan Redaktur Harian Radar Depok Ricky Juliansyah. Pertemuan yang diadakan di Cafe Kopi Dulu, Sukmajaya, Depok ini merupakan rangkaian silaturahim pengurus dengan media yang merupakan partner PSKP dalam melakukan kerja-kerjanya. Pertemuan yang dihadiri oleh Direktur Eksekutif PSKP Efriza, Direktur Finansial Jerry Indrawan, dan Manager Program Security, Peace, and Humanity Rizky Ridho ini membahas beragam isu, tidak hanya soal sosialisasi hadirnya PSKP kepada rekan-rekan media.
Mulai dari isu Pilkada Depok sampai tentunya isu Virus Corona atau Covid 19 dibahas dalam pertemuan santai ini. Direktur Eksekutif PSKP Efriza mengatakan bahwa wabah virus Corona ini memang sangat mempengaruhi jalannya agenda politik di Depok, tentunya terkait penyelenggaraan Pilkada. Tahapan pelaksanaan Pilkda Depok sudah pasti terganggu karena instruksi Presiden Jokowi untuk menunda seluruh kegiatan, tidak hanya di Depok, namun juga di seluruh Indonesia, yang melibatkan orang banyak. Dengan demikian, Efriza menambahkan, bahwa bisa saja Pilkada Depok mengalami penundaan, tidak lagi menjadi bulan September 2020.
Diskusi menjadi menarik ketika membicarakan legal standing dari penundaan tersebut, apakah harus melalui revisi Undang-Undang Pilkada atau cukup melalui Peraturan KPU (PKPU), mengingat di dalam aturan Pilkada pun hanya memuat kalimat berisi penyelenggaraan secara serentak dan dalam lima tahun sekali, namun tidak dicantumkan tanggal pastinya, jadi selama masih tahun 2020 masih bisa menggunakan PKPU saja. Bicara kepastian, satu hal yang pasti adalah isu Corona ini sangat menganggu tahapan penyelenggaraan pesta demokrasi daerah di tahun 2020 ini. Apakah Pilkada di seluruh Indonesia akan ditunda, seperti halnya di dunia sepakbola, di mana Piala Eropa 2020 ditunda selama setahun? Efriza merasa bahwa kemungkinan besar Pilkada Depok akan mengalami penundaan karena hingga kopi kami habis, pemerintah belum bisa memastikan waktu 90 hari tanggap darurat bencana sosial Corona ini akan berakhir.
Selain itu, pembicaraan mengenai penanganan virus Corona juga menjadi santap siang kami bersama. Isu ini sangat renyah karena mengundang atensi publik yang sangat luar biasa. Depok adalah lokasi di mana pasien positif Corona pertama dan kedua bertempat tinggal. Tentunya, warga Depok pasti was-was sebagaimana warga Jakarta, yang hingga hari ini sudah lebih dari 200 warganya yang terinfeksi. Depok pun sudah melakukan lockdown seperti Jakarta, pertanyaan berikutnya adalah perlukah kebijakan penutupan menyeluruh ini harus dilakukan secara nasional, seperti halnya China, Italia atau Malaysia baru-baru ini. Ini juga menunjukkan akan terjadinya lockdown kedua bagi Depok dan Jakarta. Apa pun kebijakan pemerintah, PSKP akan terus berusaha menjadi mitra yang kritis memberikan sumbangsihnya walau kecil, terhadap wabah yang sangat mengancam kemanusiaan ini.
Ricky Juliansyah sebagai Redaktur Radar Depok sangat mengapresiasi kehadiran PSKP sebagai sebuah lembaga riset yang capable di bidang kemanusiaan dan pembangunan. Sebuah lembaga yang dapat menjadi setitik cahaya, tidak hanya di Depok, namun juga secara nasional, yang mampu memberikan sumbangsih bagi bangsa melalui penelitian-penelitian yang dilakukannya, termasuk karya-karya yang dihasilkannya. PSKP pun sangat berterima kasih atas kesediaan Bang Ricky untuk diajak “ngopi bareng” sehingga dapat melahirkan diskursus-diskursus baru tentang permasalahan bangsa dan negara.

google-site-verification=8N5TxWSBBIhu3nYT0oYVHkVyJSPdKuOpQNM5nHBjYg4