Peran Kepala Adat Papua dalam Merangkai ke-Indonesiaan

Published by admin on

Oleh : Anissa Kinta Arum, Sarjana Hubungan Internasional Universitas Satya Negara Indonesia

Indonesia memiliki beragam suku dan budaya, salah satunya Papua. Daerah dengan banyak keistimewaan diantaranya budaya yang dibawa turun temurun dari jaman nenek moyang dan juga suku-suku yang beragam. Luas wilayah Papua baik provinsi Papua maupun Papua Barat menurut sensus penduduk tahun 2000 jumlah sukunya mencapai lebih dari seribu, tentunya akan memberikan keberagaman budaya yang akan menjadi ciri khas Papua. Hal ini merupakan sesuatu yang akan memperkaya Papua dan juga memperkaya keberagaman suku di Indonesia.

Peran kepala suku di Papua di dalam merajut ke Indonesiaan tidak bisa dinavikan dan mendapatkan peran yang strategis di dalam membentuk keutuhan NKRI. Hal ini diwujudkan pada saat keikutsertaan para kepala suku dalam Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) untuk bergabung ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan wujud penerapan demokrasi yang mana akhirnya mereka sepakat bergabung dalam keutuhan negara kesatuan republik indonesia. Terlepas adanya pro kontra masuknya wilayah Papua di dalam Indonesia yang terdapat beberapa golongan yang tidak setuju masuk dalam NKRI, bagaimanapun juga proses demokrasi telah dijalankan melalui Pepera dan mendapatkan kepastian hukum dari PBB berupa Resolusi 2504, sehingga mencerminkan mereka bisa bersama di dalam perbedaan.

Peran kepala adat di masa kini, dalam merekatkan keindonesiaan adalah bersama-sama membangun masyarakat Papua dengan masyarakat Indonesia lainnya dalam membangun bangsa ini. Kesadaran akan kemajuan masyarakat Papua ditunjukkan oleh tokoh masyarakat Papua yang ingin memajukan masyarakatnya, yaitu Ramses Ohee, dengan melakukan belajar ke negara Jepang untuk melihat bagaimana kehidupan masyarakat di suatu lingkungan dan dikelola untuk kepentingan masyarakatnya. Pelajaran yang didapat adalah budaya disiplin yang dilandasi budaya Jepang di dalam penataan lingkungannya. Apabila ditarik garis lurus untuk diterapkan pada masyarakat Papua, maka peran kepala adat akan memberikan contoh yang akan diikuti oleh komunitas masyarakat adatnya.

Demikian pula peran kepala adat di daerah Wamena selain dia tetap menjaga adatnya, secara langsung dia juga merupakan agen perubahan kemajuan komunitasnya. Hal ini ditandai dengan keberhasilan putra-putranya dalam mengisi pembangunan ini. Peran kepala adat sangat menentukan. Memang tidak bisa dipungkiri di Papua terdapat banyak komunitas adat yang tentunya akan memberikan warna dan keragaman budaya di Papua itu sendiri. Dalam kaitannya dengan ke-Bhinekaan di Indonesia, maka Papua memberikan kontribusi besar dalam memberikan keberagaman budaya Indonesia. Sistem budaya yang ada pada masyarakat adat Papua sangat beragam. Baik yang berkenaan dengan kesenian, sistem mata pencaharian, sistem religi dan ini semua merupakan sumbangan terhadap kemajemukan masyarakat Indonesia.

Otonomi Khusus Papua yang sudah berjalan baik sejak UU Otsus pertama kali digulirkan tahun 2001 dapat digunakan untuk memajukan budaya Papua baik yang berkaitan dengan pembangunan kesenian masyarakat adat, sistem mata pencaharian, dan sistem religi. Hal ini dapat menghasilkan masyarakat adat yang kuat dengan didukung oleh budaya yang kuat. Masyarakat adat Papua yang paternalistik akan menempatkan para kepala adat menjadi key person yang merupakan tokoh sentral perubahan masyarakatnya. Berbagai macam masyarakat adat di Papua akan dapat menjadi ciri khas budaya Papua yang akan memperkaya budaya masyarakat Indonesia. Peran kepala adat secara tidak langsung akan memberikan pengaruh pada kebhinekaan masyarakat Indonesia.

Selanjutnya, program-program untuk pembangunan di Papua seharusnya tetap melibatkan kepala adat pada masing-masing komunitas yang ada, karena merekalah yang sebenarnya mengetahui kebutuhan masyarakatnya. Diperlukan pendampingan untuk menerapkan inovasi-inovasi baru agar masyarakat adat mendapatkan bimbingan di dalam melaksanakannya. Memang tidak bisa dipungkiri luas wilayah provinsi Papua dan Papua Barat dengan kontur geografi pegunungan dan berhutan lebat dengan fasilitas infrastruktur yang masih perlu ditambah merupakan kendala yang harus segera dipecahkan. Hal ini untuk memudahkan percepatan pembangunan pada masyarakat adat tersebut. Pemberian keterampilan untuk pemuda pemudi pada masyarakat adat diharapkan dapat memberikan pemicu dalam pembangunan masyarakat adat itu sendiri.

Selain itu, perlu dipikirkan bagaimana kepala adat di Papua bisa berinteraksi dengan tokoh masyarakat lain di Indonesia dalam suatu forum sehingga para tokoh masyarakat tersebut bisa berinteraksi dan bertukar pengalaman untuk memajukan masyarakat adat lain di Indonesia. Forum pertemuan masyarakat adat diharapkan akan membawa dampak untuk mempererat dan memperkuat rasa kebersamaan sesama anak bangsa. Tentunya, selain juga dapat menumbuhkan pemahaman bahwa kepala adat di Papua berperan dalam menumbuhkan keanekaragaman budaya Indonesia dan pada gilirannya akan memberikan warna ke-Bhinekaan bangsa Indonesia. Forum ini juga bisa digunakan untuk wadah komunikasi masyarakat adat dalam pemecahan masalah. Terjalinnya komunikasi di antara masyarakat di Indonesia akan dapat memberikan sumbangan bagi persatuan masyarakat Indonesia yang heterogen ini. Hasil dari pertemuan masyarakat adat di Indonesia dapat digunakan sebagai masukan untuk masyarakat adat Papua maupun masukan bagi masyarakat di Indonesia lainnya.

Kepala adat di Papua dapat mengambil peran dan membina generasi muda untuk mencintai keberagaman di Indonesia sekaligus menghindarkan pertentangan antar masyarakat adat di Papua sendiri. Interaksi antar masyarakat di Papua yang saat ini datang dari berbagai macam suku yang ada di Indonesia peran kepala adat dapat berperan untuk mempererat keberagaman dan dapat berperan sentral dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menjunjung tinggi keberagaman. Di sisi lain masyarakat pendatang perlu menghormati aturandan budayaa yang berlaku pada masyarakat adat di Papua. Perlu ditanamkan penghargaan terhadap perbedaan dalam keberagaman yang merupakan salah satu bentuk terhadap penghargaan demokrasi itu sendiri. Implementasi demokrasi telah ditunjukkan oleh para kepala adat pada saat Pepera untuk bersatu dalam NKRI dan pada masa kini bersatu dalam keberagaman untuk membangun Indonesia yang lebih maju.

 

Artikel ini telah dimuat di :

Peran Kepala Adat Papua dalam Merangkai ke-Indonesiaan


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

google-site-verification=8N5TxWSBBIhu3nYT0oYVHkVyJSPdKuOpQNM5nHBjYg4