Keberhasilan Aparat Keamanan Dalam Penyelesaian Kerusuhan di Papua tahun 2019

Published by admin on

Oleh : Achmad Ismail, Direktur Program PSKP

Papua merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki beragam kekayaan alam seperti kekayaan mineral, minyak dan gas bumi, hasil hutan maupun perkebunan. Kekayaan alam melimpah ini yang menjadi salah satu pemicu munculnya konflik–konflik yang terjadi di Papua. Contohnya adalah konflik terkait keberadaan Freeport yang mana dalam konflik tersebut terdapat eksploitasi terhadap sumber daya alam dan rakyat Papua yang dilakukan oleh pihak asing. Selain itu, terdapat dugaan pelanggaran HAM juga dalam konflik tersebut.

Menurut saya konflik- konflik di Papua bukan merupakan konflik yang biasa melainkan konflik yang kompleks, yang mana konflik–konflik tersebut tidak dapat diselesaikan dalam waktu yang sebentar dan perlu dilakukan beberapa pendekatan untuk dapat menyelesaikan konflik–konflik yang terjadi di Papua tersebut. Salah satu konflik yang paling krusial di Papua, yaitu konflik yang berkaitan dengan gerakan separatis yang mana terdapat beberapa kelompok yang biasa disebut dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan membentuk negara baru.

Mengutip dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) menyebutkan bahwa ada empat faktor yang mendorong terjadinya konflik di Papua. Pertama, Konflik Papua disebabkan oleh masalah sejarah dan status politik integrasi Papua ke Indonesia yang mana rakyat Papua masih belum merasa bahwa proses integrasi ke dalam Indonesia itu benar. Kedua, masalah operasi militer yang terjadi karena konflik yang tak terselesaikan memicu dugaan terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan oleh aparat pemerintah terhadap rakyat Papua. Ketiga, Diskriminasi dan marjinalisasi terhadap Rakyat  Papua muncul stigma termarjinalkan dalam pikiran rakyat Papua karena migrasi, pembangunan di Papua, dan pembuatan kebijakan Otonomi Khusus Papua yang dituding tidak melibatkan orang Papua. Keempat, ketidakpuasan masyarakat Papua terhadap kegagalan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.

Namun pada era Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, sampai Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, mereka sudah berhasil membangun infrastruktur berupa jalan tol, jembatan dan perbaikan akses pelabuhan darat dan laut, dan pembangunan-pembangunan infrastruktur lainnya di Papua. Namun sebenarnya, hal tersebut akan lebih baik jika ditambah. Satu solusi lagi yang diharapkan oleh rakyat Papua. Rakyat Papua berharap pada kekuatan ekonomi kerakyatan, pemerataan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang bermutu. Untuk itu, pemerintah akan berusaha sebaik-baiknya agar harapan rakyat Papua ini terwujud.

Keberhasilan Aparat Keamanan

Tahun lalu kembali terjadi kerusuhan sosial yang sempat membuat Papua memanas kembali. Kerusuhan tersebut terjadi pada 13 Agustus–23 September 2019 yang mana kerusuhan tersebut dipicu karena kasus rasial dan hoaks yang memicu protes yang melibatkan mahasiswa Papua dan organisasi kemasyarakatan di Surabaya dan Malang. Kerusuhan tersebut tentunya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan yang cukup parah di sejumlah wilayah di Papua sehingga menimbulkan kerugian materi yang cukup besar.

Meskipun sempat tidak terkendali, situasi di Papua pasca kerusuhan sudah dapat dikendalikan oleh pihak keamanan dan menjadikan keadaan di Papua berangsur kondusif. Aparat keamanan seperti TNI dan Polri stand by 24 jam dan menjaga seluruh objek vital yang ada di Papua. Bukan saja hanya menjaga objek vital, tetapi aparat keamanan pun menjaga rakyat Papua dengan memberikan tempat penampungan bagi para warga yang kehilangan tempat tinggalnya karena dibakar oleh massa pada saat kerusuhan terjadi. Pada saat ini masyarakat di Papua sudah kembali beraktifitas seperti semula, serta kegiatan pendidikan pun kembali berjalan seperti sedia kala. Jaringan penyedia data komunikasi kembali dinormalkan setelah beberapa waktu diperlambat guna menghindari penyebaran informasi yang dapat memicu timbulnya kerusuhan susulan.

Membaiknya situasi pasca kerusuhan tidak lepas dari respon cepat pemerintah pusat melalui berbagai bentuk aksi meredam kerusuhan yang berpotensi meluas di berbagai daerah di tanah Papua. Selain itu situasi kondusif di Papua pasca kerusuhan juga tidak lepas dari peran aparat keamanan yaitu TNI dan Polri yang terjun langsung ke lokasi untuk mengamankan keadaan di Papua. Pemerintah melalui aparat keamanannya secepat mungkin melakukan rehabilitasi terhadap fasilitas umum yang menjadi sasaran amukan masa pada saat kerusuhan terjadi. Kemudian pemerintah juga akan melakukan penegakan hukum kepada para pelaku kerusuhan maupun pihak–pihak di balik aksi tersebut.

Dari sini dapat kita ketahui bahwa aparat keamanan juga memiliki peran yang cukup signifikan terhadap penyelesaian konflik yang terjadi di Papua. Selama ini sebagian besar masyarakat Indonesia hanya melihat dari satu sisi dan kebanyakan menyalahkan aparat keamanan karena menyelesaikan konflik di Papua melalui pendekatan keamanan saja dengan cara kekerasan. Namun dari konflik ini kita dapat mengetahui bahwa aparat keamanan mampu menyelesaikan konflik bukan saja hanya melalui pendekatan keamanan tapi juga melalui pendekatan psikologis dengan masyarakat Papua yang menjadi korban sehingga keadaan dapat kembali kondusif.

 

Artikel ini telah dimuat di :

Keberhasilan Aparat Keamanan Dalam Penyelesaian Kerusuhan di Papua tahun 2019


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

google-site-verification=8N5TxWSBBIhu3nYT0oYVHkVyJSPdKuOpQNM5nHBjYg4