Direktur PSKP, Jerry Indrawan: Sekuritisasi Pangan itu Penting

Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) pernah mengingatkan ancaman krisis pangan dunia di masa mendatang. Saat pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia mengantisipasinya dengan membuat lumbung pangan cadangan nasional. Itulah food estate, sebuah proyek pertanian korporasi yang akan dibangun di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Di luar areal (aluvial) gambut, lahan Read more…

Manajer Program Keamanan PSKP: Implikasi Keamanan di Natanz Sangat Besar

Jakarta –  Beberapa hari ini, media memberitakan insiden ledakan yang terjadi di Natanz, pusat kawasan pengembangan nuklir Iran. Iran memang sedang gencar-gencarnya mengembangkan nuklirnya untuk kepentingan energi akibat perjanjian internasional yang telah ditinggalkan oleh AS, dan mereka menerapkan maximum economic pressure. Hal itu memicu Iran untuk mengembangkan nuklir sesuai dengan keinginannya sendiri. Read more…

Prediksi Efriza Tentang Pilkada Depok 2020

RADARDEPOK.COM – Seperti yang dituturkan Direktur Eksekutif PSKP, Efriza. Saat ini peta Koalisi Pilkada Depok mengenai pencalonan Walikota dan Wakil Walikota semakin menghangat. Jika di atas kertas tampaknya akan terjadi tiga koalisi dengan tiga pasangan calon yang akan bertarung di Pilkada Depok 2020 nanti. “Saat ini dinamika politik mengerucut kepada adanya Read more…

Direktur Eksekutif PSKP, Efriza: Revitalisasi Nilai Pancasila Tergantung Daya Tahan Nilai-Nilainya

Sejak Maret 2020 ini, bangsa Indonesia didera ujian pandemi Covid-19. Korbannya hingga kemarin adalah sebesar 47.896 orang yang terpapar virus Corona, tak hanya melulu berbicara jumlah korban, tetapi pandemi ini telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian, sosial, budaya, politik, sampai sendi-sendi kebangsaan kita sendiri terancam. Pandemi telah memaksa masyarakat untuk bekerja, belajar, Read more…

Direktur Eksekutif PSKP, Efriza: Komunikasi Pemerintah Masih Simpang-Siur

RADARDEPOK.COM – Direktur Eksekutif Pusat Studi Kemanusiaan dan Pembangunan (PSKP),  Efriza mengatakan, Presiden Joko Widodo saat ini dipusingkan bukan saja menyelesaikan Pandemi Covid-19, tetapi komunikasi tak efektif dari pembantu presiden. “Cara berkomunikasi ini kurang elok, bukan saja dapat menurunkan kepercayaan rakyat tetapi juga menimbulkan keraguan terhadap kinerja pemerintah. Misalnya, yang terbaru adalah Read more…

google-site-verification=8N5TxWSBBIhu3nYT0oYVHkVyJSPdKuOpQNM5nHBjYg4